Rabu, 27 Juli 2011

Kajian Kecil: Dukung Lubuk Larangan di Sungai Kanan

Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan pada dasarnya memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat (social well-being) secara berkelanjutan, terutama komunitas masyarakat lokal yang bermukim di wilayah perairan umum (sungai).  Oleh karena itu, dalam pemanfaatan sumberdaya perairan umum, aspek ekologi dalam hal kelestarian sumberdaya dan fungsi-fungsi ekosistem harus dipertahankan sebagai landasan utama untuk mencapai kesejahteraan tersebut. Pemanfaatan sumberdaya perairan umum diharapkan tidak menyebabkan rusaknya fishing ground, spawning ground, maupun nursery ground ikan. Selain itu juga tidak merusak fungsi ekosistem hutan dan perairan umum yang memiliki keterkaitan ekologis dengan keberlanjutan sumberdaya di wilayah tersebut.

Batas Wilayah Lubuk Larangan

Batas wilayah lubuk larangan dengan bukan lubuk larangan ditandai oleh perbedaan kecepatan aliran sungai. Wilayah yang relatif tenang aliran sungainnya ditetapkan sebagai wilayah lubuk larangan, sementara yang lebih cepat aliran sungainya tidak ditetapkan sebagai wilayah lubuk larangan. Pengetahuan lokal dalam penentuan batas wilayah tersebut menunjukan bahwa masyarakat setempat tahu bahwa ikan sebagian besar menyukai wilayah perairan yang relatif tenang. Secara ekologi, sumber makanan ikan tersebut lebih banyak di wilayah perairan sungai yang relatif lebih tenang.

Dampak Lubuk Larangan

Secara ekologi dampak kearifan lokal lubuk larangan adalah mencegah kerusakan lingkungan sungai, menanggulangi kerusakan sungai dan memulihkan kerusakan lingkungan.

Dampak Ekologis Lubuk Larangan Sungai Kanan
MENCEGAH KERUSAKAN LINGKUNGAN, MENANGGULANGI KERUSAKAN LINGKUNGAN, MEMULIHKAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
Jalur hijau di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) dipertahankan Bagi setiap pengrusak sumberdaya perairan kawasan lubuk larangan oleh siapapun akan diberikan sanksi sesuai hukum adat
     Untuk pemulihan lingkungan ditetapkan kawasan lubuk larangan sepanjang 1.500 meter sebagai kawasan konservasi sumberdaya ikan-ikan lokal.
Adanya larangan menangkap ikan pada kawasan tersebut, kecuali pada saat-saat tertentu (sekali dalam setahun)

Secara ekonomi dampak penerapan lubuk larangan adalah :

1)         Menjadi bagi masyarakat untuk meningkatkan rasa cinta dan kepedulian terhadap pelestarian sumberdaya hayati perikanan;

2)         Terbinanya kerukunan dan rasa kesetiakawanan sosial di lingkungan masyarakat tempatan dan dijadikan tradisi adat/masyarakat dalam acara “Panen’ sekali setahun, hasilnya dijadikan dana untuk kegiatan-kegiatan sosial;

3)    Terwujudnya lembaga sosial masyarakat melalui kelembagaan adat dalam upaya pelestarian sumberdaya hayati perikanan

Sementara itu secara sosial budaya dampak penerapan lubuk larangan tersebut adalah :

1)    Dapat menyediakan sumber protein bagi masyarakat desa melalui ketersediaan ikan-ikan lokal yang bisa dipanen sekali dalam setahun;

2)         Tersedianya sumber air bersih untuk keperluan sehari-hari bagi masyarakat sekitar;

3)         Tersedianya sumber hayati perikanan ikan-ikan lokal yang dapat dijadikan sebagai ekowisata

Dengan adanya pengakuan secara formal tersebut keberadaan lembaga adat tersebut menjadi lebih kuat secara hukum. Berdasarkan kedua keputusan pemerintah daerah tersebut, selain menerapkan aturan adat yang telah disepakati oleh Hatobangon, lembaga Adat memiliki tugas dan wewenang :

1)        Melakukan pengawasan terhadap kawasan yang dijadikan areal kawasan lubuk larangan;

2)    Melakukan sosialisasi tentang perlunya menjaga kelangsungan hidup biota perairan khususnya jenis ikan-ikan lokal yang hampir punah;

3)         Menjadikan kawasan lubuk larangan sebagai kawasan konservasi perairan umum;

4)         Menjaga keragaman hayati seperti ikan-ikan lokal yang telah hampir punah

PENUTUP

Berdasarkan hal tersebut diatas, dalam kerangka otonomi daerah bentuk pengakuan keberadaan kearifan lokal dapat dilakukan melalui keputusan pemerintah daerah atau pemerintah desa. Bentuk pengakuan tersebut selain menjaga kelestarian kearifan lokal juga menghargai perjuangan masyarakat adat yang selama ini telah berperan banyak dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. (pk2pm.wordpress.com) -edited hend-

Sabtu, 23 April 2011

Tips Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi

Ponpes Darul Falah, Langgapayung 2011
Pada umumnya siswa yang telah lulus dari SMA, MA, SMK dan jenjang sederajat lainnya akan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri/PTN maupun Perguruan Tinggi Swasta/PTS. Pada perguruan tinggi terdapat penjurusan mahasiswa berdasarkan subyek mata kuliah yang diambil. Setiap jurusan memiliki materi dan sifat pembelajaran yang berbeda-beda. Jurusan yang memiliki sifat yang serupa akan digabung dalam suatu fakultas, akademi, sekolah tinggi, dan lain sebagainya.

Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out/DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa / mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi Anda di masa depan.

Cara memilih jurusan di Perguruan Tinggi yang baik:

1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat

Selasa, 05 April 2011

Ikan Bakar nan Lezat

Add caption


Ceritanya kemarin lagi jalan-jalan lalu singgah ke Rumah Makan Wak Ongah, Asam Jawa-Kotapinang, rumah makannya sih biasa aja, dibawah pohon kelapa sawit, tapi rasanya, top markotop...
jumpa menu ikan yg engga biasa (ikan Nila, Kakap:), coz ikan yg biasa dibeli habis or ga ada, jadilah ikan itu dipesan..terus mikir gimana cara masaknya apa nich ikan? Buat ikan bakar, mau tanya2 malu ama yang punya,,, hehhe. Malu bertanya jalan-jalan.. dong...
 
Ikan bakar ini resep dari cekidot di dunia maya. Soalnya lagi doyan makan ikan bakar yang dilumuri bumbu, biasanya ikannya aja yang dibakar tanpa bumbu, paling-paling pake kecap manis. Kalo di Langgapayung pake kecap asin. Asin bener.

Bahannya Segala jenis ikan yg bisa dibakar. Coba ikan biasanya pake ikan Nila, sebenarnya paling enak ikan kakap (jarang jumpa di Langgapayung), nila atau ikan mas.

Terus tadi pas nyoba masak pake ikan yg ga biasanya.ternyata rasanya uenak juga..dimakan pake lalap plus sambel goreng terasi atau sambal kecap..hmm..nikmat..
trus diposting disini siapa tau ada yg pengen nyoba, tapi sayangnya diriku tak pandai ambil fhoto..kayanya ga menarik tuch foto..tapi..jangan.liat potonya tetapi lihat rasanya..okelah,, oke.

Bahan :
Ikan Nila atau ikan apapun yg masih segar (porsinya terserah yg buat)
1/2 buah tomat ukuran sedang
1 batang serai.
2 lembar daun salam
1 lembar daun jeruk (bila suka)

Bumbu halus :
2 siung bawang putih.
3 siung bawang merah (sukanya ga pake, coz ga ada)
1 ruas jahe.
1 ruaslengkuas
12 cm kunyit
3 butir kemiri.
1/2 sdt gula merah.
garam secukupnya

cara mengolah :
bersihkan ikan, biarkan utuh dan buat keratan.
tumis semua bumbu halus sampai harum, masukan tomat, serai dan daun salam lalu gula merah, aduk-aduk.
masukkan ikan, masak sampai matang dan bumbu menyerap (jangan sampai lunak karena ikannya bisa hancur).
angkat dan diamkan sebentar, lalu panggang ikan dengan melumuri sisa bumbu (bakarnya jangan terlalu lama cukup sampai permukaan ikan kering dan berubah warna).
setelah matang, angkat dan sajikan hangat bersama nasi putih panas, lalap daun selada, dan sambal terasi goreng atau sambal kecap...nyam...nyam..

Selamat mencoba.semoga berhasil.