Selasa, 29 Desember 2020

Hindari Alasan Keliru Melanjutkan Kuliah Berikut Ini

Melanjutkan Kuliah

Biaya kuliah tidaklah murah, apalagi jika Anda kuliah di kampus swasta. Bagi sebagian orang kuliah adalah barang mewah akibat penghasilan orang tua yang pas-pasan. Biar tidak buang waktu dan biaya, hindari jebakan alasan keliru orang kuliah sebagai berikut:

1. Kuliah Hanya Ikut-Ikutan Teman atau Sekedar Gengsi

Banyak siswa lulusan SMA/MA/SMK yang awal masuk kuliah itu tidak punya tujuan yang jelas. Mereka bingung mau kuliah dimana, jurusan apa dan nantinya impiannya bagaimana. Kondisi seperti ini membuat mereka sekedar ikut-ikutan teman. Kuliah seperti ini berisiko, karena tanpa keinginan dan niat sendiri yang kuat sebaiknya dibatalkan saja karena yang niat untuk kuliah saja kadang tidak sampai selesai kuliah karena malas dan terjerumus dengan pergaulan yang salah, apalagi yang tidak niat kan?

Bagi yang sedikit punya duit kuliah kadang juga jadi ajang gengsi. Mereka kuliah di kota besar, kampus mewah namun tidak punya tujuan jelas bidang yang akan ditekuni. Hanya sekedar cari sensasi jalan bareng teman-temannya. Hindari kondisi seperti ini. Mahasiswa dan orang tua harus banyak diskusi terkait karir yang ingin diraih nanti

2. Kuliah Karena Paksaan Orang Tua

Orang tua biasanya punya pandangan tertentu terkait masa depan anaknya. Bidang profesi keren seperti dokter, insinyur, banker dan sebagainya membuat mereka ingin mengarahkan anaknya agar seperti keinginan orang tuanya. Apalagi jika orang tuanya sudah sukses di bidang tersebut. Orang tua harus ingat bahwa anak bisa jadi beda dengan keinginan atau kisah sukses orang tuanya. Memaksakan anak untuk bisa seperti orang tuanya hanya akan membuat anak stres dan gagal dalam merencanakan kuliahnya.

3. Kuliah Karena Alasan Lain yang Tidak Masuk Akal atau Terkesan Emosional

Masa remaja seperti lulusan SMA/MA identik dengan beberapa kondisi  mental yang rawan godaan untuk menyimpang. Orang tua harus lebih peka terhadap perubahan kondisi anak. Anak kuliah yang tidak jelas arahnya bisa saja terpengaruh alasan yang tidak masuk akal seperti ingin hidup bebas, malas bekerja dan lain sebagainya. Jika memang alasan ini yang membuat kamu memutuskan kuliah seberapa lamapun kuliah tidak akan pernah menjadi sarjana.

Karena biayanya yang Tidak Murah, Kuatkan Tekad dan Tidak Bermain-main

Untuk meraih impian dan cita-cita, salah satu tahap karir yang harus dilalui adalah kuliah. Biaya pendidikan di bangku perkuliahan tidak murah jadi sebaiknya pikirkan masak masak sebelum memutuskan untuk kuliah. Yakinkan niat kalau memang ingin menuntaskan pendidikan Anda sampai sarjana agar kelak bisa sukses dalam karir dan menjadi kebanggaan orang tua yang telah kerja keras banting tulang membiayai kuliahmu.

sumber: https://www.cermati.com/artikel/ini-dia-alasan-kenapa-kuliah-itu-wajib-untuk-karir-kamu

Rabu, 10 April 2019

Peserta Diklat Pengelolaan Data Madrasah Kemenag Provinsi Sumatera Utara tahun 2019

NONAMA/NIPJABATAN/INSTANSI
1Abd. Mutolib Rambe NIP.197612272014121003MTsN Dolok Kab. Padang Lawas Utara
2Agustina SidabutarMTs Swasta Sidikalang Kemenag Kab. Dairi
3Ahmad Husni MTs TPI Gunung Pamela Kemenag Kab. Serdang Bedagai
4Ahmad SayutiMTs Teladan Ujung Kubu Kemenag Kab. Batu Bara
5Ali Mukmin RambeMTs Negeri Saipar Dolok Hole Kemenag Kab. Tapanuli Selatan
6Asral TanjungMTs Negeri Teluk Dalam Kemenag Kab. Nias Selatan
7Astuti SMTs Negeri 2 Labuhanbatu Kemenag Kab. Labuhan Batu
8Dewi Saharani SiagianMTs Negeri 1 Labuhanbatu Utara Kemenag Kab. Labuhanbatu Utara
9Dicki Rahman HarahapMTs Al-Mukhlisin Lumut Kemenag Kab. Tapanuli Tengah
10Edy Susanto NIP.196707091994031003MTs Negeri Meranti Kemenag Kab. Asahan
11Elvi Nayanti HarahapMTsN 3 Tapanuli Selatan Kemenag Kab. Tapanuli Selatan
12Erwin PasaribuMTsN 1 PSP Kemenag Kota Padangsidimpuan
13Evi HandayaniMTsPN 4 Medan Kemenag Kota Medan
14Herawati HarahapMTsN 1 Deli Serdang Kemenag Kab. Deli Serdang
15Irpan Saputra Sihite NIP.198207162009011011MIN 2 Sibolga/MIN Aek Habil Kemenag Kota Sibolga
16KhoiruddinMTs Negeri Simpanggambir Kemenag Kab. Mandailing Natal
17Mei Puspita Sari LubisMTsN Purbabangun Kemenag Kab. Padang Lawas Utara
18Mirna PolemMTs Swasta NU Gunung Sitoli Kemenag Kota Gunung Sitoli
19Muhammad Affan NIP.198306122014121002MTs Negeri 2 Medan Kemenag Kota Medan
20Muhammad RizkiMTs Negeri 1 Simalungun Kemenag Kab. Simalungun
21Novira Yanti DalimuntheMTs Muhammadiyah 16 Sei Rampah Kemenag Kab. Serdang Bedagai
22Nuraida RahmaMTs Negeri Kota Tebing Tinggi Kemenag Kota Tebing Tinggi
23ParidawatiMTs Negeri Binjai Kemenag Kota Binjai
24Rita Marlina NIP.197911112009012006MTs Negeri Karo Kemenag Kab. Karo
25Saiful Azmi NIP.198104202009011010MTs Negeri Stabat Kemenag Kab. Langkat
26Siti Rasita Bancin NIP.197604162005012014MTsN 2 Deli Serdang Kemenag Kab. Deli Serdang
27SofiahMTsN Tanjungbalai Kemenag Kota Tanjungbalai
28SuhendiMTs Negeri 2 Labuhanbatu Selatan Kemenag Kab. Labuhanbatu Selatan
29Syahrial NIP.197909092007101006MTs Negeri Tanjung Pura Kemenag Kab. Langkat
30Yusuf Hadi KusumaMTs Negeri 1 Labuhanbatu Kemenag Kab. Labuhan Batu

Medan, 30 Maret 2019

Kementerian Agama Republik Indonesia, 
Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Medan
Jl. TB. SImatupang No. 122 Medan-21027
www.bdkmedan.kemenag.go.id e-mail: bdkmedan@kemenag.go.id 

Jumat, 12 Oktober 2018

10 Cara Komunikasi Guru Yang Efektif Di Sekolah. Nomor 3 Perlu Diperhatikan!

Akhir-akhir ini komunikasi yang efektif sangat diperlukan oleh setiap orang. Tidak terkecuali komunikasi guru dengan rekan guru, pelajar, kepala sekolah, staf tata usaha dan warga sekolah lainnya.

Komunikasi terdiri atas dua macam yaitu komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi melibatkan komunikator dan komunikan. Komunikasi verbal disampaikan oleh komunikator kepada komunikan secara lisan ataupun tertulis, sedangkan komunikasi non verbal disampaikan oleh komunikator kepada komunikan tidak menggunakan kata-kata, melainkan menggunakan bahasa isyarat, lambang-lambang atau ekspresi wajah.
Berikut ini 10 cara komunikasi yang efektif antara komunikator (guru) dengan komunikan (sesama guru, kepala sekolah, pelajar, staf tata usaha dan warga sekolah lainnya) :
1. Menyederhanakan yang rumit. Guru harus bisa menyampaikan komunikasi secara jelas dengan kata-kata yang tersusun rapi, sehingga informasi yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh lawan bicara.
2. Membiasakan berbicara yang baik di lingkungan sekolah, agar komunikasi dengan komunikan berjalan kondusif, nyaman dan efektif.
3. Berbicara secara langsung. Berkomunikasi secara langsung merupakan bentuk komunikasi yang paling efektif untuk menghindari kesalahpahaman atau salah pengertian. Berkomunikasi lewat media sosial seperti lewat WA, facebook, line, twitter atau instagram bila kurang berhati-hati bisa menimbulkan kesalahpahaman dengan lawan bicara.
4. Menghargai adanya perbedaan kebudayaan. Warga sekolah memiliki budaya yang beragam. Guru sebaiknya menghargai perbedaan budaya lawan bicaranya tersebut agar komunikasi bisa berjalan dengan baik.
5. Memberikan feedback yang baik. Etika saat berkomunikasi adalah menyimak apa yang dikatakan oleh lawan bicara. Setelah itu guru merespon atau menanggapi apa yang telah disampaikan oleh si pembicara
6. Menyesuaikan antara ucapan dan perbuatan. Ucapan dan perbuatan guru hendaknya selaras agar memperoleh kepercayaan dari lawan bicara
7. Presentasi secara visual. Jika guru diharuskan untuk berkomunikasi dengan cara presentasi, maka harus dipersiapkan dengan baik dan matang serta menggunakan bahasa yang jelas, lugas dan memilih kata-kata dan kalimat yang mudah dipahami lawan bicara.
8. Jadilah humoris yang menyenangkan. Komunikasi akan terjalin dengan efektif jika diselingi dengan humor. Suasana menjadi rileks dan cair sehingga komunikasi berjalan dengan lancar.
9. Menerima masukan. Tidak menutup kemungkinan saat berkomunikasi ada kritikan dan masukan. Guru hendaknya menerima kritikan dan masukan tersebut agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
10. Murah senyum. Murah senyum akan menjadikan guru dipandang positif oleh rekan guru lainnya di sekolah. Komunikasi bisa berlangsung dengan nyaman dan efektif. Mengawali pembicaraan dengan senyuman membuat suasana komunikasi menjadi lebih santai, hidup dan efektif.
Dengan menerapkan 10 cara komunikasi yang efektif ini diharapkan guru merasa nyaman berada di lingkungan sekolah. Komunikasi guru dengan sesama guru di ruang guru, saat rapat dinas dengan kepala sekolah, saat KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dengan para pelajar dan komunikasi dengan warga sekolah lainnya semuanya berjalan dengan baik dan efektif. Pesan yang disampaikan guru bisa diterima dengan jelas, dan bisa meminimalkan kesalahpahaman dari lawan bicaranya.
http://adesukarna.gurusiana.id/article/10-cara-komunikasi-guru-yang-efektif-di-sekolah-nomor-3-perlu-diperhatikan-830025