Rabu, 26 Juli 2017

Upaya Meningkatkan Kompetensi Pengajar Melalui Pendidikan Dan Pelatihan


       
Balai Diklat Keagamaan Medan Tahun 2017
Pengembangan profesi guru secara makro dapat dimaknai sebagai proses peningkatan kompetensi, kualitas dan kemampuan sumberdaya guru dan tenaga  kependidikan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan bangsa. Mengapa dikatakan demikian, karena semua pembangunan pada suatu Negara itu pasti dimulai dari pendidikan. Proses pengembangan tersebut mencakup perencanaan, pengembangan dan pengelolaan sumberdaya guru dan tenaga kependidikan.
      Adapun pengembangan profesi guru secara mikro dapat diartikan sebagai proses perencanaan dari pendidikan dan pelatihan, pengelolaan guru dan tenaga kependidikan untuk mencapai suatu hasil yang optimum. Sehingga untuk mengembangkan kompetensi sebagai pengembangan dari profesi guru,diantarn melalui pendidikan dan pelatihan
1.     Pendidikan dan Pelatihan
      Pengembangan SDM guru dan tenaga kependidikan bertujuan memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap individu sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan di sekolah. Di samping itu, juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisiologis, akan jaminan keamanan, sosial, pengakuan dan penghargaan, kesempatan mengembangkan diri,
      Cara dan strategi yang dapat dipergunakan untuk pengembangan SDM guru dan tenaga kependidikan, adalah: melalui: (1) Pendidikan Formal; (2) Pendidikan dan pelatihan; (3) Bimbingan atasan; (4) Bimbingan teman sejawat;  (5) Workshop, lokakarya, seminar, dan sosialisasi program; (6) Magang, tukar menukar tenaga dalam bentuk kerjasama; dan (7) Studi banding, outbond, dan atau rekreasi. Diantara cara dan strategi tersebut pendidikan dan pelatihan bagian dari pengembangan SDM.
      Pendidikan dan pelatihan suatu proses yang akan menghasilkan suatu perubahan perilaku. Secara nyata perubahan perilaku itu berbentuk peningkatan mutu kemampuan dari sasaran pendidikan dan pelatihan.
      Pendidikan dan pelatihan pada hakikatnya merupakan salah satu bentuk kegiatan dari program pengembangan sumber daya manusia (personal development). Pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu mata rantai (link) dari siklus pengelolaan personil dapat diartikan: merupakan proses perbaikan staf melalui berbagai macam pendekatan yang menekankan realisasi diri (kesadaran), pertumbuhan pribadi dan pengembangan diri. Pengembangan mencakup kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk perbaikan dan pertumbuhan kemampuan (abilities), sikap (attitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan anggota organisasi
      Menurut Simamora (1997: 345) bahwa diklat adalah merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan keahlian, pengetahuan, pengalaman, ataupun perubahan sikap seseorang. Program pelatihan sangat berguna bagi pegawai/karyawan terutama untuk memperbaiki kinerja, memutakhirkan keahlian sejalan dengan kemajuan teknologi, meningkatkan  kompetensi dalam pekerjaan, membantu memecahkan permasalahan operasional, mempersiapkan pegawai/karyawan untuk promosi, mengarahkan pegawai/karyawan terhadap visi organisasi dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pribadi.
      Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil, disebutkan bahwa “Pendidikan dan pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil yang disebut Diklat adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan Pegawai Negeri Sipil”. Pendidikan dan pelatihan kepegawaian juga merupakan bagian dari sebuah sistem pembinaan karier Pegawai Negeri Sipil yang bermakna pada pengembangan kepegawaian.
Tujuan dan sasaran diklat menurut KMA No.1 Tahun 2003 pasal 2 dikemukakan bahwa:
a. Tujuan yang dilaksanakan diklat bagi PNS khususnya di Kementerian Agama sebagai berikut:
  1. Meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap pegawai untuk dapat melaksanakan tugas jabatan profesional yang dilandasi kepribadian dan kode etik pegawai sesuai dengan kebutuhan Kementerian Agama;
  2. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaru dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa;
  3. Memantapkan orientasi sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat;
  4. Menciptakan kesamaan visi, dinamika pola pikir, dan mengembangkan sinergi, dalam melaksanakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan di bidang agama demi terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih;
  5. Memantapkan jati diri pegawai negeri Kementerian Agama yang berdasarkan pada komitmen, tanggung jawab, kejujuran, dan pengabdian profesi dalam melaksanakan tugas dalam jabatan masing-masing.

b. Sasaran
      Untuk pelaksanaan diklat, sasarannya adalah terwujudnya pegawai yang berkinerja tinggi dan memiliki kompetensi sesuai dengan persyaratan jabatan masing-masing.
c. Struktur program dan kurikulum
      Struktur program diklat teknis disusun berdasarkan tujuan dan sasarn program dengan memperhatikan kebutuhan setiap jenis dan jenjang dan atau kompetensi yang diperlukan dalam masing-masing jabatan teknis. Menurut juklak dari Pusdiklat Teknis pengelompokan dan pembobotan mata diklat untuk setiap jenis dan jenjang diklat teknis terdiri atas tiga kelompok:
  • Kelompok dasar, yaitu kelompok mata diklat untuk menanamkan, memperkuat dan meningkatkan patriotisme, kesetian dan ketaatan peserta dalam melaksanakan tugas jabatannya sebagai abdi negara dan masyarakat dengan bobot 20%.
  • Mata diklat kelompok dasar terdiri atas kebijakan yang terkait dengan kebijakan pemerintah yang terkait dengan tugas dan fungsi dari peserta diklat.
  • Kelompok inti, yaitu kelompok mata diklat yang bertujuan untuk membekali peserta dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan, sesuai tugas pokok dan kompetensi untuk jabatan teknis tertentu dengan bobot 60%.
  • Mata diklat kelompok inti terdiri atas mata diklat yang menunjang kompetensi pengetahuan dan profesional. mata diklatnya terdiri dari beberapa jenis.
  • Kelompok penunjang, yaitu kelompok mata diklat yang merupakan pelengkap untuk memperkaya pengetahuan, wawasan dan pembulatan pemahaman terhadap tujuan program serta berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi pelaksanaan tugas dengan bobot 20%.
      Mata diklat untuk penunjang titik tekannya pada kompetensi ketrampilan. Sehingga peserta diberi tugas  untuk menyusun laporan terkait dengan dengan kegiatan-kegiatan observasi lapangan.
      Kurikulum adalah makna yang harus dipelajari dan urutannya di mana pembelajaran itu terjadi. Menurut
Soebagio Atmodiwirio (2005: 136), kurikulum diklat disusun berdasarkan kebutuhan kompetensi untuk jabatan teknis tertentu dan penyusunannya mengacu struktur program yang memuat; deskripsi singkat, tujuan intruksional umum dan khusus, pokok bahasan, waktu, metode dan alat bantu diklat.
      Ruang lingkup mata diklat dasar terdiri atas kebijakan diklat dan pembangunan bidang agama serta mata diklat Emotional Spiritual Quetion (ESQ)  yang terdiri atas: prinsip pembangunan karakter, pengembangan SDM dan Organisasi, pembangunan sinergi, disiplin pelaksanaan program, membangun pribadi yang teladan, budaya organisasi, kesadaran berbangsa dan bernegara.
      Ruang lingkup mata diklat inti terdiri atas mata diklat yang membekali kompetensi profesional seperti pendalaman materi substansi, sedangkan untuk kompetensi pedagogik seperti model-model pembelajaran, media pembelajaran, untuk mata diklat yang menunjang kelancaran karier dikemas dalam mata diklat karya tulis ilmiah dan perhitungan angka kredit
      Sedangkan ruang lingkup mata diklat penunjang terkait dengan tugas-tugas yang bersifat individu dan kelompok seperti Building Learning Commitment(BLC), studi lapangan, seminar evaluasi program dan ujian. Dari mata diklat penunjang ini yang dapat digunakan sebagai alat ukur keberhasilan pelaksanaan diklat adalah evaluas program dan ujian.
      Berdasarkan penyelenggaraan dengan struktur, program dan kurikulum diatas yang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan di balai diklat maka hasil yang dicapai berdasarkan pretest dan postest pada tahun 2014 rata-ratanya adalah 44,13 dan 59,48 jika dilihat dari persentase hasilnya mengalami peningkatan 34,78%, sedangkan untuk diklat di tempat kerja rata-rata hasil pretest  44.46 dan postest 60.54 persentase mengalami peningkatan 13.57%. Hal ini menggambarkan peserta diklat dapat meningkat komptensinya dibandingkan sebelum mengikuti diklat jika diukur dari hasil pretest dan postest, sehingga dapat dikatakan untuk pelaksanaan diklat pada tahun 2014 berjalan efektif,
D. Simpulan
      Pendidikan dan pelatihan merupakan salah satu bentuk kegiatan dari program pengembangan sumber daya manusia (personal development). Pengembangan sumber daya manusia merupakan proses perbaikan staf melalui berbagai macam pendekatan yang menekankan realisasi diri (kesadaran), pertumbuhan pribadi dan pengembangan diri.
      Cara meningkatkan kompetensi guru diantaranya melalui pendidikan dan pelatihan, dengan bobot kurikulum yang telah ditentukan oleh lembaga kediklatan, sehingga dengan kompetensi akan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
      Peningkatan kompetensi yang dicapai melalui pendidikan dan pelatihan pada tahun 2014 untuk diklat reguler adalah 34,78%, sedangkan untuk diklat di tempat kerja adalah 13,57%, dengan demikian kedua jenis diklat dapat meningkatkan kompetensi guru


http://bdksemarang.kemenag.go.id/upaya-meningkatkan-komptensi-guru-melalui-pendidikan-dan-pelatihan/

Rabu, 19 Juli 2017

Peserta Diklat SAI Tingkat MTs Angkatan I Kemenagsu Tahun 2017

Peserta Diklat Sistem Akuntansi (SAI)Tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) Angkatan I Kementerian Agama Provinsi Sumatera  Utara Tahun 2017 tanggal 10 s/d 16 Juli 2017 di Balai Diklat Keagamaan Medan.

NO
NAMA/NIP
JABATAN / INSTANSI
1.        
Agus Supriono
198109022014111001
Kankemenag Kab. Batu Bara
2.        
Drs. Ahmad Dahri
196908282003121002
Kankemenag Kab. Labuhanbatu Utara
3.        
Ali Rahmad Nasution
197908142014121004
Kankemenag Kab. Serdang Bedagai
4.        
Amrullah Salim Banurea, S.Kom
-
Kankemenag Kab. Dairi
5.        
Arman Hidayat Sirait, A.Md
-
Kankemenag Kab. Toba Samosir
6.        
Asral Tanjung
-
Kankemenag Kab. Nias Selatan
7.        
Desy Julia Sary, S.Pd
-
Kankemenag Kab. Deli Serdang
8.        
Gandrung Berutu
196802272014111001
Kankemenag Kab. Pakpak Bharat
9.        
Halimatussa’diah
198007072014122004
Kankemenag Kab. Deli Serdang
10.    
Hamdani Batubara, S.Pd
198411152014111002
Kankemenag Kab. Tapanuli Selatan
11.    
Hardiansyah, S.PdI
-
Kankemenag Kota Pematang Siantar
12.    
Harysyah Royanna Siregar, S.Pd
-
Kankemenag Kab.Padang Lawas Utara
13.    
Helena Br. Ginting, A.Md
-
Kankemenag Kab. Karo
14.    
Ibarahim, SE
-
Kankemenag Kab. Mandailing Natal
15.    
Jepri Husin, S.Pd.I
-
Kankemenag Kota Medan
16.    
Mujaini, SE
197104122005011005
Kankemenag Kota Sibolga
17.    
Nabsiah Hasibuan, S.Pd
197303192005012005
Kankemenag Kab. Padangsidimpuan
18.    
Nisfi Zendrato
-
Kankemenag Kab. Gunung Sitoli
19.    
Nur Ikhlas Siregar, S.Pd
-
Kankemenag Kab. Tapanulis Utara
20.    
Nuratiah, SE
1966051319980332002
Kankemenag Kab. Langkat
21.    
Nurfadilla Evianti, AMD
-
Kankemenag Kab. Simalungun
22.    
Nurul Hakiki
196011091989032001`
Kankemenag Kota Tanjung Balai
23.    
Ramadani, S.PdI
-
Kankemenag Kota Tebing Tinggi
24.    
Ratna Sari Pohan, S.PdI
-
Kankemenag Kab. Padang Lawas Utara
25.    
Sakinah Nadrah Hasibuan, S.Pd
-
Kankemenag Kab. Padang Lawas
26.    
Suhendi
-
Kankemenag Kab. Labuhanbatu Selatan
27.    
Supiyah,S.Ag
197109052002122002
Kankemenag Kab. Asahan
28.    
Syahrul Bakti
-
Kankemenag Kab. Labuhanbatu Utara
29.    
Tania Rianda Putri, S.PdI
196711051989031003
Kankemenag Kota Binjai

 Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Medan

Jl. T.B. Simatupang No. 122 Medan 20127
Telepon/Faksimili : (061) 8456256

Kamis, 15 Juni 2017

Metode Menaklukkan Jiwa dalam Alquran dan Hadits (Growth Mindset)

​​Kajian Akhlak Islamic Character Development-ICD 

Tema kali ini adalah tentang bagaimana menaklukkan jiwa sesuai ajaran Alquran dan Hadits Nabi. 
Berikut ini beberapa poin yang bisa saya tulis dari kajian berikur. 
  1. Perjalanan manusia akan selalu mendekat kepada kematian, dan selama itu manusia dalam garis ujian. Maka ujian akan selalu ada dalam hidup manusia, sampai dia mati, dan para Nabi adalah contoh kita, tauladan kita maka Allah memberikan mereka ujian dan cobaan yang dahsyat agar bisa menjadi contoh buat kita. 
  2. Orang yang berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka akan Allah mudahkan baginya jalan menuju surga. Orang orang yang mau pergi mengaji sudah termasuk orang yang berjihad/berusaha untuk menuntut ilmu.
  3. Ketika melewati suatu jalan dan kita tidak tahu arahnya mau kemana kemudian kita tanya seseorang itu merupakan satu tanda bahwa kita mempunyai sikap growth mindset (pikiran yang berkembang). 
  4. Manusia harus mengetahui siapa yang men-drive dirinya, jiwa fujurkah atau jiwa taqwa? Contohnya, jika seseorang makan makanan sampai kekenyangan dan berlebihan, ini indikasi jiwa fujur men-drive dirinya karena Alquran menjelaskan agar kita makan dan jangan israf (berlebih lebihan).
  5. Mengetahui siapa yang men-drive diri namanya Meta Level Reflection atau bahasa mudahnya adalah kemampuan berkaca diri sendiri. Ketika berkaca dan ada peci yang gak pas atau ada cemong di pipi maka langsung kita rapikan, langsung kita hapus kotorannya, maka coba aplikasikan itu ke jiwa, itu fisikli maka coba taruh dalam jiwa kita. Jika ada cemong di pipi atau marah kalau dalam jiwa, maka bersihkan cemongnya atau bersihkan rasa marah dalam jiwa. Maka orang yang bisa MEMBACA JIWA, DIA MEMILIKI META LEVEL REFLECTION YANG TAJAM.
  6. Penajaman Meta Level Reflection yang paling bagus adalah dengan PUASA. Di dalam Alquran ada kisah kisah tentang puasa yang bukan hanya menahan lapar dan haus tetapi juga PUASA BERBICARA seperti kisah Maryam. Aktualisasi untuk hari ini, jika dihina atau disakiti tidak harus direspon. 
  7. Keinginan atau willing yang lemah harus di upgrade dengan metode Meta Level Reflection yaitu kemampuan diri untuk membaca siapakah yang men-drive dirinya, jiwa taqwa atau jiwa fujur, yang menyetir jiwa kita apakah nafsu positif atau nafsu negatif. Orang yang memiliki kemampuan itu sudah punya Meta Level Reflection yang tajam, dia mampu membaca kecenderungan dirinya. 
  8. Setelah dia mampu membaca kecenderungan dirinya dengan Meta Level Reflection tadi selanjutnya dia harus bertanya dan meminta nasehat, merasa salah dan merasa kurang adalah modal Growth Mindset atau pikiran yang terbuka.
  9. Orang yang merasa hebat selalu merasa tidak membutuhkan nasehat orang lain. Membuka diri dan menerima nasehat itulah yang dinamakan Growth Mindset.
  10. Dalam hadits disebutkan bahwa ‘Agama esensinya adalah Nasehat’ seseorang itu dinilai agamanya bagus jika dia mau menerima nasehat/growth mindset.
  11. Agar selalu tumbuh sikap Growth Mindset maka selalu diingat bahwa Orang yang berpikir terbaik karena merasa belum baik, jika orang sudah merasa yang terbaik, top, dia tidak akan berfikir yang terbaik.
sumber: https://ahmadbinhanbal.wordpress.com/2016/10/10/metode-menaklukkan-jiwa-dalam-alquran-dan-hadits/